- Nama : Gita Simanjuntak
- M.Kuliah : Sistem Informatika (TI-pagi/semester-II)
- Jurusan : Tehnik Informasi
1. Jelaskan komponen-komponen sistem informasi...?
Jawab :
a. Komponen Input adalah metode & media untuk menangkap data yg dimasukkan berupa dokumen-dokumen dasar.
b. Komponen Output merupakan hasil dari sistem informasi adalah keluaran yg merupakan informasi yg berkualitas & dokumentasi yg berguna untuk semua pemakai sistem.
c. Komponen Teknologi merupakan “Tool Box” yg digunakan untuk menerima input, menjalankan, menyimpan & mengakses data.
d. Komponen Hardware untuk menampung database atau sumber data & informasi untuk memperlancar & mempermudah kerja dari sistem informasi.
e. Komponen software untuk mengolah, menghitung, & memanipulasi data yg diambil dari hardware.
f. Komponen Basis Data adalah kumpulan ddata yg saling berhubungan satu degan yg lain.
g. Komponen Kontrol adalah hal-hal yg dapat merusak sistem & dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi, kesalahan-kesalahan ddapat cepat diatasi
2. Apa yg dimaksud dengan Arsitektur Informasi & apa tujuannya...?
Jawab :
- Arsitektur Informasi adalah suatu pemetaan atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi didalam suatu organisasi.
- Tujuannya adalah agar bagian teknologi informasi memenuhi kebutuhan-kebutuhan bisnis strategis organisasi.
3. Arsitektur teknologi dalam arsitektur informasi dibedakan menjadi 3. Sebutkan dan
jelaskan...?
Jawab :
a. Arsitektur Tersentralisasi atau terpusat merupakan pemrosesan data yg terpusat yg dilakukan komputer & ditempatkan didalam suatu lokasi yg ditujukan untuk melayani semua pemakai dalam organisasi.
b. Arsitektur Terdistribusi merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar yg dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan serupa tapi bisa saling berintegrasi dalam pertukaran data.
c. Arsitektur Client/Server adalah kemampuan dengan melakukan proses sendiri yg ketika client meminta data ke server, server akan segera menanggapi dengan memberi data yg diminta. Setelah diterima oleh client, maka client segera melakuan pemrosesan.
4. Apa yg dimaksud dengan Client/Server....?
Jawab :
- Client/Server adalah kemampuan yg bisa melakukan proses sendiri. Ketika client meminta data ke server, maka server akan menanggapi dengan memberi data yg diminta client. Setelah datanya diterima client, maka client segera melakukan pemrosesan.
5. Jelaskan peranan masing-masing personil dari :
a. Analisis sistem c. Administrator
b. Analisis Pemrograman d. Programer
Jawab :
a. A nalisis Sistem adalah orang yg bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, koordinasi & rekomendasi pemilihan perangkat lunak yg sesuai.
b. Analisis Pemrograman adalah orang yg hanya menganalisa program seperti cara kerja atau mempelajari file anak (Compailer) dari program sehingga tidak dapat diubah atau menambah fungsi tertentu.
c. Administrator Basis Data adalah orang yg mengoperasikan & memelihara komputer & jaringan, mendefinisikan pola struktur database & metode akses.
d. Programer adalah orang yg membuat program sehingga paling mengetahui tentang program apa yg dibuat sampai dengan induk program (Sources Code) dari program yg dibuat.
6. Apa yg dimaksud dengan Komputasi Pemakai Akhir. Jelaskan....?
Jawab :
- Komputasi Pemakai Akhir / EUC (End Uses Computing) adalah sekelompok pendekatan untuk komputasi yg bertujuan untuk lebih mengintegrasikan pengguna akhir ke lingkungan komputasi untuk mewujudkan potensi.
- Nama : Gita Simanjuntak
- M.Kuliah : Sistem Informatika (TI-pagi/semester-II)
- Jurusan : Tehnik Informasi
Sistem otomatisasi kantor (dalam bahasa Inggris: Office Automation disingkat OA) didefinisikan sebagai sistem informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan, dokumen, dan komunikasi elektronik lainnya antar individu, kelompok kerja dan organisasi.
Contoh :
Salah satu penggunaan otomatisasi kantor yang terkenal saat ini adalah penggunaan Video Conference dimana teknologi komunikasi ini memungkinkan dua orang atau lebih dapat berkomunikasi secara langsung tanpa mengenal batasan waktu dan tempat. Video Conference ini sangat berguna bagi para manajer di satu tempat untuk bertukar informasi dengan manajer lain di wilayah lain (misal luar negeri) untuk memahami fenomena yang terjadi. Teknologi ini tentu saja dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga yang sangat besar dibandingkan para manajer tersebut harus bertemu tatap muka di suatu tmpat.
GAMBAR PROSES DARI SISTEM OTOMASI PERKANTORAN :
GAMBAR /LAYOUT SISTEM OTOMASI PERKANTORAN :
2. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (DECISSION SUPPORT SYSTEM/DSS)
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Contoh = implementasi aplikasi Business Intelligence – Dashboard sebagai ajuan system pendukung keputusan/decision support system yang hendak diimplementasikan dalam perusahaan:
GAMBAR PROSES SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN :
3. SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF ( EXECUTIVE INORMATION SYSTEM / GSS )
Sistem Informasi eksekutif (EIS) adalah satu jenis dari manajemen informasi sistem dimaksud untuk memudahkan dan mendukung keterangan dan pembuatan keputusan kebutuhan dari eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan akses terhadap keduanya internal dan eksternal keterangan relevan untuk bertemu gol strategis dari organisasi. Ini biasanya dipertimbangkan sebagai satu bentuk dikhususkan dari satu sistem mendukung keputusan (DSS). Pengertian Eksekutif merupakan pelaksana atau yang bertindak untuk melaksanakan suatu system informasi. Contoh : Direktur, kepala-kepala bagian, presiden atau gubernur bagian.
GAMBAR PROSES SISTEM INFORMASI EKSKUTIF :
GAMBAR / LAYOUT SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF :
4. SISTEM PENDUKUNG KELOMPOK (GROUP SUPPORT SYSTEM/GSS)
merupakan sistem berbasis komputer yang interaktif untuk memudahkan pencapaian solusi oleh sekelompok pengambil keputusan atas permasalahan yang sifatnya tidak terstruktur. GDSS memberikan dukungan pada pemecahan masalah dengan menyediakan suatu pengaturan yang mendukung komunikasi bagi anggota yang tergabung dalam kelompok. Contoh sistem pendukung kelompok menurut level organisasi adalah :
- Sistem informasi Departemen yaitu : sistem informasi SDM ( human resource information system).
- Sistem informasi perusahaan (enterprise information system) yaitu : sistem informasi perguruan tinggi.
- Sitem informasi antar organisasi yaitu : Perdagangan elektronis (Ecommerce).
CONTOH GAMBAR SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN :
GAMBAR PROSES SISTEM PENDUKUNG KELOMPOK :
GAMBAR /LAYOUT SISTEM PENDUKUNG KELOMPOK :
5. SISTEM PENDUKUNG CERDAS ( INTELLIGENT SUPPORT SYSTEM/ISS )
Sistem cerdas adalah sistem yang mampu menyerap sebagian dari tingkat kecerdasan manusia. Sebagian tingkat kecerdasan yang umumnya dimiliki oleh sistem ini misalnya seperti, kemampuan untuk dilatih, mengingat kembali kondisi yang pernah dialami, mengolah data-data untuk memberikan aksi yang tepat sesuai yang telah diajarkan, dan kemampuan menyerap kepakaran seorang ahli melalui perintah yang dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu. Sistem cerdas yang umum digunakan dalam aplikasi sistem pengaturan antara lain: sistem pendukung keputusan (decision support systems) berbasis pengetahuan, jaringan syaraf tiruan, dan sistem logika samar (fuzzy logic systems). Contoh sistem pendukung cerdas adalah :
- Sistem logika samar / fuzzy logic adalah sistem yang mengadopsi strategi kendali dengan logika inferensi samar.
- Sistem cerdas berbasis pengetahuan adalah sistem yang memiliki kemampuan menyerap kepakaran seorang ahli.
- Jaringan syaraf tiruan (neural network),jaringan syaraf tiruan terinspirasi dari sistem pengorganisasian otak manusia yang terdiri dari beratus milyar sel syaraf dengan tipe yang bervariasi.
Contoh gambar proses sistem pendukung cerdas :
Gambar/Layout Sistem Pendukung Cerdas :
Add caption
|
Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi yaitu suatu sistem yang
menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk
menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi
dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang
tergorganisasi. Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam
informasi yang berguna bagi manajemen. Sebagai contoh: Perusahaan toko buku
mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi penjualan buku-buku
setiap harinya, serta stock buku-buku yang tersedia, dengan informasi tersebut,
seorang manajer bisa membuat kebutusan, stock buku apa yang harus segera mereka
sediakan untuk toko buku mereka, manajer juga bisa tahu buku apa yang paling
laris dibeli konsumen, sehingga mereka bisa memutuskan buku tersebut jumlah
stocknya lebih banyak dari buku lainnya.
Pengertian Sistem Informasi menurut beberapa Ahli
Pengertian sistem informasi menurut John F.
Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat
teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan
komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin,
membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar
pengambilan keputusan yang tepat.
Pengertian sistem informasi menurut Henry
Lucas Sistem
Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedurprosedur yang
diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung
pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.
komponen sistem informasi
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output
output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.
6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.
Karakter Sistem informasi
1. sistem informsi memiliki komponen yang berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh input adalah salesman memasukan data penjualan bulan ini, maka disana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan input dengan menggunakan hardware keyboard dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.
2. ruang lingkup sistem informasi yaitu rung lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang meupakan gari bats lingkup kerja sistem tersebut sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
3. tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah informasi dianggap berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
4. lingungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistemm informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini urut dipertimbangkan pada saat perencanaann sistem informasi.
komponen sistem informasi
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output
output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.
6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.
Karakter Sistem informasi
1. sistem informsi memiliki komponen yang berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh input adalah salesman memasukan data penjualan bulan ini, maka disana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan input dengan menggunakan hardware keyboard dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.
2. ruang lingkup sistem informasi yaitu rung lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang meupakan gari bats lingkup kerja sistem tersebut sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
3. tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah informasi dianggap berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
4. lingungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistemm informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini urut dipertimbangkan pada saat perencanaann sistem informasi.
Klasifikasi Sistem :
• Sistem
abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide
yang tidak tampak secara
fisik
(sistem teologia)
Sistem fisik ;
merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi,
sistem
produksi dll.)
• Sistem
alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam.
(sistem matahari, sistem luar
angkasa,
sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ;
sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem
buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut
humanmachine
system
(contoh ; sistem informasi)
• Sistem
Tertentu (deterministic system) ;
beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat
diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga
keluaran
dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi
karena mengandung unsur probabilitas.
• Sistem
tertutup (close system) ; sistem yang tidak
berhubungan dan tidak terpengaruh
dengan
sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur
tangan
dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya
tidak
ada
sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system
(secara
relatif
tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan
luarnya.
Lebih
spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan
bagian
dari
sistem buatan manusia dan berineraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih
komputer
sebagai
bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.
Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi
dalam :
• Sistem
terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada
lingkungan yang
berbeda
(misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
• Sistem
besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber
dayanya berfungsi melakukan
perawatan
harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian
besar
masa hidupnya dengan makan dan makan).
• Sistem
sebagai bagian dari sistem lain ;
sistem selalu merupakan bagian dari sistem
yang
lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
• Sistem
berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem
tetapi hampir semua
sistem
selalu berkembang.
Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :
1. Pemakai ;
Pada
umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen ;
Umumnya
terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas
menangani
pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat
dalam
pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam
strategi
perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok
manajemen
biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu
dan
uang, misalnya ;
“
sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus
dikembangkan
dalam
waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan
biaya
sebesar x”.
3. Pemeriksa ;
Ukuran
dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem
tersebut
diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa.
Pemeriksa
biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar
yang
dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4. Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya
antara lain sebagai :
-
Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan,
bagaimana
sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
-
Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai
bagi
kemungkinan-kemungkinan lain.
-
Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara
lain
pemakai,
manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang
mungkin
belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
-
Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman
dari
programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya
ditetapkan
terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah
hal
yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain sistem ;
Pendesain
sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang
tidak
berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain
arsitektur
tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer ;
Mengerjakan
dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel pengoperasian ;
Bertugas
dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan
perangkat
keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin
tidak
diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan
klasifikasi
khusus untuk menjalankan sistem.
Sistem
informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan
bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi
menjadi beberapa bagian:
1. Sistem
Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem
informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam
jumlah besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi
dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan
organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
1. Sistem
Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge
Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem
Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang
biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis
informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya
dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan
organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi
Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets,
presentasi.
2. Sistem
Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem
Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung
spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan
Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan
pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System)
menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat
membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi
(basis data).
3. Sistem
Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
4. Sistem
Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung
spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan
Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan
pembuat keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat
keputusan, serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang
sudah terkomputerisasi (basis data).
5. Sistem
Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
6. Sistem
Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja
Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems).
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan
semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS)
menjadi suatu solusinya.
Sistem Pendukung
Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi yang
dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif
mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan
grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses
seperti kantor




Tidak ada komentar:
Posting Komentar